Kajian ilmiah oleh sofyan pospos
*KABAR GEMBIRA TENTANG KEBENARAN AQIDAH ASY'ARIYYAH DAN MATURIDIYYAH*
بسم الله الرحمن الرحيم
Di jaman yg penuh fitnah ini muncul berepa kelompok yg mengatakan asya'irah dan almaturidy adalah sesat dan yg mengikuti beliau berdua adalah kelompok sesat والعياذ بالله .
sebenarnya apasih yang membuat mereka sampai seperti ini?
Tak lain tak bukan karena mereka belajar dangan guru yang tidak se Aqidah dengan Imam asya'ari dan Almaturidy(Imam Ahlussunnah waljamaah)
Kita katakan Aqidah kami Alhamdulillah sudah dapat pujian dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dangan sebuah hadist yg diriwayatkan oleh imam Ahmad dan Alhakim:
" لَتُفتَحَنَّ القِسطَنِيَّةُ فَلَنِعمَ الأَمِيرُ أَمِيرُهَا وَلَنِعمَ الجَيشُ ذٰلِكَ الجَيشُ." رواه أحمد والحاكم
Artinya: _Konstantinopel benar-benar akan di taklukkan, sabaik2 pemimpin adalah pemimpin yang berhasil menaklukkannya dan sebaik2 pasukan adalah pasukannya_.
HR Ahmad Dan AlHakim.
Sadah tidak ada perselisihan bahwa Muhammad Al-fatih lah penaklukkan Konstantinopel yang disebutkan
Dalam hadist tersebut yang disebut dangan sebagai sebaik2 pemimpin.
Muhammad Al-fatih adalah seorang Asy'aryy,
Dalam Hadist ini Rasulullah memuji sultan Muhammad Al-fatih karena beliau adalah sultan yang shalih Aqidahnya sesuai dengan Aqidah Rasulullah seandainya Aqidahnya menyalahi Aqidah Rasulullah pasti Rasulullah tidak memujinya dengan demikan hadits yg disebutkan tadi adalah kabar gembira bagi seluruh Ahlussunnah waljamaah pengikut Imam Asy'ari dan maturidy aqidah ulama dari masa kemasa seperti Alhafizh Abu Bakr Al Isma'ily. Al-hafizh Abu Bakr Albaihaqy Al-hafizh Ibnu 'Asakir Alhafuzh Ibnu Hajar Al'asqolany Alimam Abu Al-hasan Albahily Al imam Abu Bakr Ibnu Furak Ali mam Al gojaly Asyaikh Zakariyya Al Anshari Imam An-nawawi bahkan ulama2 Indonesia pun mengikuti Imam Asy'ary seperti Pendiri NU mabah Hasyim 'Asy'ari saya menyebutkan Ulama2di atas bukan bererti membatasi akan tetapi siapa yang bisa menghitung Bintang di langit dan pepasiran di pantai.
BID'AH
bid'ah secara bahasa adalah sesuatu baru yang belum ada contoh sebelumnya.
Secara Syariat adalah sesuatu yang Alquran dan Al-hadits belum mencontohkannya.
Bid'ah terbagi menjadi dua bagian bid'ah hasanah dan bid'ah sayyiah(dhalalah) pembagian ini di fahami dari Hadist 'Aisyah radhiallahu 'anha bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda"مَن أَحدَثَ فِي أَمرِنَا هٰذَا مَالَيسَ مِنهُ فَهُوَ رَدٌّ" رواه البخاري
Artinya : _siapa yg memperbuat amal baru yg tidak sesuai dengan Alquran dan Al-hadits maka dia tertolak_.
Berarti kalau sesuai dengan alquran dan al-hadits maka di terima
Pembagian ini juga dapat di fahami dari Hadist Jarir bin Abdullah Albajaly radhiallahu anhu : "مَن سَنَّ فِي الإِسلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعدَهُ مَنْ غَيرِ أَن يَنْقُصَ مِن أُجُورِهِم شَيْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِي الإِسلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيهِ وِزْرُهَا وَوِزرُ مَن عَمِلَ بِهَا مِن بَعدِهِ مِن غَيرِ أَن يَنقُصَ مِن أَوزَارِهِم شَيءٌ" رواه مسلم
Artinya: Siapa yang merintis sesuatu yang baik dalam Islam maka baginya pahalanya dan pahala orang yang melakukannya setelahnya tanpa mengurangi pahala orang yg melakukannya setelahnya, dan siapa yg merintis dalam dalam Islam akan sesuatu yang buruk maka baginya dosanya dan dosa orang yg melakukan hal tersebut setelahnya tanpa mengurangi dosa orang yang melakukannya sesudahnya
HR. Muslim.
Contoh bid'ah Hasanah seperti pemberian titik pada Alqur'an, orang pertma yang memberi titik pada Alquran adalah Yahya bin Ya'mar.
pada Jaman Nabi Alqur'an blm ada titik dan harakatnya begitu juga pada jaman Abu bakr, Umar bahkan ketikan Ustman bin affan menulis Mushaf yang 6 blm di kasih Harakat dan titik.
Contoh bid'ah sayyiah seperti penulisan saw atau ص atau صلعم setelah nama Nabi Muhamad shallallahu alaihi wasallam.
بسم الله الرحمن الرحيم
Di jaman yg penuh fitnah ini muncul berepa kelompok yg mengatakan asya'irah dan almaturidy adalah sesat dan yg mengikuti beliau berdua adalah kelompok sesat والعياذ بالله .
sebenarnya apasih yang membuat mereka sampai seperti ini?
Tak lain tak bukan karena mereka belajar dangan guru yang tidak se Aqidah dengan Imam asya'ari dan Almaturidy(Imam Ahlussunnah waljamaah)
Kita katakan Aqidah kami Alhamdulillah sudah dapat pujian dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dangan sebuah hadist yg diriwayatkan oleh imam Ahmad dan Alhakim:
" لَتُفتَحَنَّ القِسطَنِيَّةُ فَلَنِعمَ الأَمِيرُ أَمِيرُهَا وَلَنِعمَ الجَيشُ ذٰلِكَ الجَيشُ." رواه أحمد والحاكم
Artinya: _Konstantinopel benar-benar akan di taklukkan, sabaik2 pemimpin adalah pemimpin yang berhasil menaklukkannya dan sebaik2 pasukan adalah pasukannya_.
HR Ahmad Dan AlHakim.
Sadah tidak ada perselisihan bahwa Muhammad Al-fatih lah penaklukkan Konstantinopel yang disebutkan
Dalam hadist tersebut yang disebut dangan sebagai sebaik2 pemimpin.
Muhammad Al-fatih adalah seorang Asy'aryy,
Dalam Hadist ini Rasulullah memuji sultan Muhammad Al-fatih karena beliau adalah sultan yang shalih Aqidahnya sesuai dengan Aqidah Rasulullah seandainya Aqidahnya menyalahi Aqidah Rasulullah pasti Rasulullah tidak memujinya dengan demikan hadits yg disebutkan tadi adalah kabar gembira bagi seluruh Ahlussunnah waljamaah pengikut Imam Asy'ari dan maturidy aqidah ulama dari masa kemasa seperti Alhafizh Abu Bakr Al Isma'ily. Al-hafizh Abu Bakr Albaihaqy Al-hafizh Ibnu 'Asakir Alhafuzh Ibnu Hajar Al'asqolany Alimam Abu Al-hasan Albahily Al imam Abu Bakr Ibnu Furak Ali mam Al gojaly Asyaikh Zakariyya Al Anshari Imam An-nawawi bahkan ulama2 Indonesia pun mengikuti Imam Asy'ary seperti Pendiri NU mabah Hasyim 'Asy'ari saya menyebutkan Ulama2di atas bukan bererti membatasi akan tetapi siapa yang bisa menghitung Bintang di langit dan pepasiran di pantai.
BID'AH
bid'ah secara bahasa adalah sesuatu baru yang belum ada contoh sebelumnya.
Secara Syariat adalah sesuatu yang Alquran dan Al-hadits belum mencontohkannya.
Bid'ah terbagi menjadi dua bagian bid'ah hasanah dan bid'ah sayyiah(dhalalah) pembagian ini di fahami dari Hadist 'Aisyah radhiallahu 'anha bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda"مَن أَحدَثَ فِي أَمرِنَا هٰذَا مَالَيسَ مِنهُ فَهُوَ رَدٌّ" رواه البخاري
Artinya : _siapa yg memperbuat amal baru yg tidak sesuai dengan Alquran dan Al-hadits maka dia tertolak_.
Berarti kalau sesuai dengan alquran dan al-hadits maka di terima
Pembagian ini juga dapat di fahami dari Hadist Jarir bin Abdullah Albajaly radhiallahu anhu : "مَن سَنَّ فِي الإِسلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعدَهُ مَنْ غَيرِ أَن يَنْقُصَ مِن أُجُورِهِم شَيْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِي الإِسلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيهِ وِزْرُهَا وَوِزرُ مَن عَمِلَ بِهَا مِن بَعدِهِ مِن غَيرِ أَن يَنقُصَ مِن أَوزَارِهِم شَيءٌ" رواه مسلم
Artinya: Siapa yang merintis sesuatu yang baik dalam Islam maka baginya pahalanya dan pahala orang yang melakukannya setelahnya tanpa mengurangi pahala orang yg melakukannya setelahnya, dan siapa yg merintis dalam dalam Islam akan sesuatu yang buruk maka baginya dosanya dan dosa orang yg melakukan hal tersebut setelahnya tanpa mengurangi dosa orang yang melakukannya sesudahnya
HR. Muslim.
Contoh bid'ah Hasanah seperti pemberian titik pada Alqur'an, orang pertma yang memberi titik pada Alquran adalah Yahya bin Ya'mar.
pada Jaman Nabi Alqur'an blm ada titik dan harakatnya begitu juga pada jaman Abu bakr, Umar bahkan ketikan Ustman bin affan menulis Mushaf yang 6 blm di kasih Harakat dan titik.
Contoh bid'ah sayyiah seperti penulisan saw atau ص atau صلعم setelah nama Nabi Muhamad shallallahu alaihi wasallam.
Komentar
Posting Komentar
email :