Mahasiswa tukang bengkel yang sukses
Mahasiswa tukang bengkel yang sukses
JONO (nama samaran) sosok mahasiswa yang terkadang tak mau tau dengan kehidupannya karena terkadang JONO tak pernah mengenal letihnya mencari uang yah memang oarngtua JONO termasuk pekerja hutan yang termasuk buruh dolar yang luar biasa, tiap kesempatan orangtua JONO akan pergi ke hutan untuk menebang hutan dan diolah menjadi papan yang akan di jual kepada orang yang biasanya diguankan kursi, meja, dinding rumah dll sehingga orang2 banyak yang membutuhkannya dan bisa menjadikan pohon itu bisnis miliyaran. Nah dengan bisnis itulah kadang JONO ikuti ayahnya untuk pergi kehutan menjalankan bisnis kayu, pada kesempatan itu JONO menduduki bangku kuliah semester 1 mengambil jurusan PGMI. Ada kawannya bernama ANDRE (nama samaran) yang tinggal di sebuah apartemen sebagai staf di apartemen tsb dan hanya lepas biaya sekolah, melihat dari kesibukan JONO selalu berulang ke kampung tiap harinya pulang kuliah, pas pada kesempatan JONO berjumpa dengan ANDRE sambil diskusi, cerita2 dll dan tiba2 ada pembahasan sedikit kepribadian dan JONO berverita ketika berulang pada waktu kuliah begitu terlalu jauh sehingga terkadang JONO merasa letih, jadi ANDRE pun mengajak JONO supaya ikut saja tinggal di tempat ANDRE tsb, ANDRE “ JONO gmana kalau kita tingal di sini sajah supaya tidak terlalu capek pulang pergi pasda jadwal kuliah” JONO “ cocok juga tuh yah sambil tukar2 pikiran sesekali”, nah komunikasipun berjalan lancar dan cocok dan JONO bersama ANDRE pun bersama tinggal di apartemen tsb, mereka juga sering saling berbagi cerita dan pengalaman, ANDRE “ JONO gmana penghasilan kerjanya klau lagi lalncar bisnis KAYUnya” JONO “ memang kalau dibayangkan untuk kebutuhan kuliah mah cukup mudah, terkadang cuman 1 kali turuna sudah dpat minimal 500.000 BERSIH “ ANDRE “ senang lah yah jono mudah dapat rezekenya “ JONO “ lumayan sih tapi kadang gitupun hasil nya ngga terlalu kelihatan tuh, banyak kali pengelaran “ hari2 pun berlalu ANDREpun sudah semester 5 PGMI sedangkan JONO semester 3 PGMI JONO sempat berpikir untuk mencari pekerjaan sampingan di sekitar kampus perkuliahan untuk membangun suatu CAFE DRINK dan coba mengajak kerjasama dan meminta pandangan dari ANDRE juga RENO (nama samaran) dan memang diskuusipun berjalan lancar dan sempat sudah mau membicarakan kapan pencarian kayu nya, tapi sayng pada momen itu sama ada kesibukan tersendiri yang menjadikan gagal rencana, Yah seperti pepatah Bikita kita merencanakan tuhan menentukan mungkin belum sempat saatnya untuk melanjudkan impian yang sudah sama2 di sepakati, nah pada momen tertentu bisnis kayupun mulai merosot yah nama nya juga usaha kadang meningkat dan kadang merosot, dan JONO pun mulai terasa bahwa sudah saatnya membuat benteng dari merosotnya ekonomi lalu JONO pun sempat berpikir ingin mencoba membuka bengkel khusus TEMPEL BAN namun pada saat itu hanya impian semata, tapi datanglah ujian dari tuhan, orangtua JONO pun mengalami sakit dan sempat di bawa masuk rumah sakit pada saat itu persiapanpuntak ada atau tabungan yang tersedia sangatlah minim jadi sangat membutuhkan tambahan biaya memang JONO sempat ada sedikit tabungan yang sudah cukup lama ia celengkan dan lumayan mencakup Rp, 3.000.000 dia pun dengan ikhlas untuk menutupi kekuragan dari biaya yang di harapkan, setelah demikian alhamdulillah orangtua JONO pun sehat dan bisnis kayupun masih belum stabil, lalu JONO pun CALLING dengan ayahnya, JONO “ ass... ayah gman kabar ayah sama mamak disana sehatkan ayah “ AYAH “ alhamdulillah sehat kok nak, lalu gmana JONO disanan nak apa yang enutupi kebutuhan JONO di sana” JONO “ yah alhamdulillah ayah biar lepas2 makan masih cukup kok yah “ AYAH “ apa rupanya kerjanya disana dah ada dapat kerjaan nya jadinya disana nak “ JONO “ memang sih ngikut2 sama BG ANDRElah kadang menghadiri acara SOSIALISASI ada tranport nya dan lumayan lah cukukup2 belanjaan yah “ AYAH “ syukurlah nak krn ayah belum bisa mengirikan belanjaannya nak krn belum bisa mulai kerja nak “ JONO “ iya yah ngga papa kok yah “, padahal nyatanya JONO sering juga terlewat jadwal makan yang menahan lapar begitu perih dan sempat berbohong kepada ayahnya supaya ayahnya tidak mrnjadi beban pikiran sama ayahnya, dan sambil merenungi kehidupan sambil mengalirnya air mata setetes demi setetes, dan disitupun JONO berpikir supaya bisa melanjudkan impiyan nya untuk membuka TEMPEL BAN lalu JONOpun CALLING AYAH nya, JONO “ ayah gmana kabar nya ayah disana sama mamak “ AYAH “ sehat kok nak, kamu sehat juga kan disana..?” JONO alhamdulillah yah,, oh iya yah, ada yng mau JONO bilangin sama ayah..!” AYAH “ emang kenapa nak...?” JONO “ aku rencana mau buka usaha yah tambah2 biaya kuliah yah, mau buka tempel ban yah” AYAH “ oh klo kira2 layak bisa di jalankan itu bagus nak, krn melihat dari kondisi saat ini ekonomi kita merosot nak “ JONO “ oh iya yah memang klo saya lihat disini cocok dibuka tempel ban yah “ lalu krn ayahpun mendukung apa yang di bilang JONO jadinya impian JONO pun terkabulkan krn dukungan ayah juga, lalu di persiapkanlah alat2 yang dibutuhkan untuk buka bengkel tsb. Dan JONO pun sudah berpikir matang dan memulai dengan kecil2lan, dan pada saat usaha berjalan memnag terkadang yah begitu lancar dan terkadang sama sekali tak ada yang datang, yah namanya juga usaha yang jelas kita jalani dan rezki sudah di atu allah. Ketika momen jarangnya orang yang MENEMPEL BEN JONO punterpikir ternyata mencari nafkah itu pahit dan JONO pun teringat pada saat ia manja dengan kedua orangtuanya larn JONO termasuk anak terakhir dari saudaranya, yah taulah klo namanya anak bungsu. Air mata mengalir dan merenungi ketika dulu masih bisa manja dan sedikit cembrut krn ngga di penuhi kemauannya, dengan air mata yang membasahi pipinya diapun mulai sadar dan bergiat berusaha, sayangnya sudah buka modal pas2an ada pula yang mencoba mencuri alat2 bengkelnya seperti pepatah sudah jatuh tertimpah tangga lagi . JONO belanjakan peralatan bengkelnya kembali lalu beraktivitas kembali sebagai mana biasanya, lalu dengan ijin allah di kemudian hari JONO mulai merasa tenang dalam menjalani kuliahnya dan bengkelnyapun berjalan lancar, hari yang di nantipun telah tiba JONO wisuda dengan tepat waktu atau biasanya di sebutkan oleh orang “wisuda tidak cepat dan tidak sempat D O” dan bengkelnyapun sudah mempunyai anggota dan JONO sekarang jadi juragan yang sudah membuka empat cabang bengkelnya.
SEKIAN..........
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSilahkan mampir juga di blog sederhana saya
BalasHapushttp://belantarakhatulistiwa.blogspot.com/?m=1
Siap.... sahabat dari mana
Hapus