hamdan pohan punya cerita

 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

dunia pendidikan, sahabat2 ku sebelumnya saya bercerita ada seseorg anak didik yg sempat satu bulan tak makan.. mungkin klw di pikir2 itu sungguh hal yg tak wajar dlm benak kita, memang dia kala itu menimbah ilmu di sebuah ponpes tertua di kab. padang lawas yaitu Aek Hayuara Sibuhuan, dia salah satu anak yg nyantri selama 6 tahun di ponpes tsb, kala itu dia berjuang dari SDsampai  kls 3 di aek nabara dan pindah ke SD latong hingga tamat disana dia mulai melanjudkan menimbah ilmu di ponpes tsb dari thn 2010 yg silam, dia bukanlah sosok orang yg pintar dlm pendidikan, melainkan jiwa semangatnya yg boleh dikatakan luar biasa, krn dia mulai mengenal pendidikan MTs sederajat mulailah dia membantu org tuanya utk biaya tambahan sekolahnya sedangkan mereka tinggal di kebun org menjaganya dan hanya pas2an dlm nafkah sehari2 dan sedikit terbagi utk biaya sekolahnya, singkat cerita tibaah dia duduk di tingkat ALIYAH pd thn 2013, org tuanya menyuruhnya supaya tniggal di pemondokan yg trsedia di ponpes tsb memang dia membangkang dan pada akhirnya dia sendirilah yg meminta supay dia nyantri sekalian tinggal  dipemondokan tsb, kala itu ketika pembayaran uang pondok yg hanya 60-Rb, tp krn pembayaran tsb dia memilih utk tdk tinggal dipemondokan lagi melainkan dia pindah ke Mesjid Raya Sibuhuan, di Mesjid itu dia ada perkiraan hingga sampai satu tahun atau dia sudah kelas XI ALIYAH memang dia memilih jalan seperti itu bukan krn dia nakal tp krn tak ada biaya utk pembayaran uang pondok tsb, dan samping dari itu dia sambil mengajar mengaji tatkala malam tiba, dan usai cerita tinggal di mesjid dia berhentilah yg mengajar ngaji krn yg diajarnya sudah bisa membaca al-qur'an lalu dia kembali nyantri sambil tinggal dipemondokan dptlah kabar bahwa ibunya masih ada yg mana selama ini dia tak pernah mengenal ibunya dan tk pernah mendapat kasih sayang yg tulus dari ibunya... jumpalah pada saat 17 agustus 2014 ibunya mengangguk menangis sekencang mungkin tp dia hanya berpikir "RASANYA ITU TDK SEINDAH YG DIPIKIRKAN KRN SERASA BAGAIKAN ORANG JAUH " begitulah dlm benaknya, dan singkat cerita dia sudah kelas akhir di ALIYAH masa itu dia belum bisa berkunjung ke rumah ibunya yg baru dia kenali dan orgtuanya yg laki2pun kala itu sempit dalam perekonomian dan dia juga sadar bagaimana keadaa dan kemampuan orgtuanya ada -+1.bln dia tak ada kiriman dari ayahnya dan ketika ditlpon ayahnya bahwa memberikan kbr tak bisa bagi kiriman utknya, disitu dia tak pernah berpikir apa yg harus di lakukannya, dilihat kamar pondok tak ada belanjaan termasuk beras sedangkan perut rasanya sudah keroncongan, lalu memasaklah tetangga pondoknya dia hanya meminda sesendok makan dan disuapkannya lalu dia minum air berlahan sebanyak2nya utk ketahanan perut yg keroncongan, memang dia berpikir utk mencoba cari utangan kpd kawan2 seperjuangan di ponpes tsb. namun dia berpikir "LALU DGN APA NANTI SAYA BAYARNYA SEDANG KIRIMANPUN TAK KUNJUNG DATANG" lalu dia memutuskan utk tidang mengutang lagi.. dan hingga seterusnya dia seperti itulah terus menerus meminta sesendok makan suapan nasi dan minum sebanyak2nya utk ketahanan perut yg rasanya keroncongan itu, hingga dia juga terus mencoba mencari pengajaran mengaji lagi dan dengan ijin allah dapat juga tambahan masukan utk biaya sekolah, dan sempat kembali penagihan uang pondok dia kembali berhenti mondok dia coba cari mesjid terdekat utk bisa tinggal disitu sambil melanjudkan sekolahnya dan alhamdulillah dengan perjuangannya bisa melewati masa pendidikannya di ponpes tsb. dan hingga sekarang dia terus mencoba memncari karirnya........... sekian

MANJADDAWAJADA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Abdul Gani Maulana Hasibuan dan Nova Sari Nasution Terpilih sebagai Mandataris PC IPNU–IPPNU Padang Lawas 2026–2028

PELANTIKAN SEMA DAN DEMA STAIBR SIBUHUAN

CERITA PMII PALAS